Pengertian pendidikan
agar lebih memahami apa arti pendidikan, kita dapat merujuk pada penadap beberapa ahli berikut ini :
- Ki hajar dewantara
- Martinus jan langeveld
- Stella van petten henderson
menurut ki hajar dewantara, pengertian pendidikan adalah proses menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak - anak peserta didik, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi - tingginya
menurut martinus jan langeveld, pengertian pendidikan adalah upaya menolong anak untuk dapat melakukan tugas hidupnya secara mendiri supaya dapat bertanggung jawab secara susila. pendidikan merupakan usaha manusia dewasa dalam membimbing manusia yang belum dewasa menuju kedewasaan
menurut stela van petten henderson, arti pendidikan adalah kombinasi pertumbuhan, perkembangan diri dan warisan sosial.
Tujuan pendidikan
- UU No. 2 Tahun 1985
- UU No. 20 tahun 2003
- MPRS No 2 tahun 1960
Tujuan pendidikan menurut UU No. 2 tahun 1985 adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan menusia yang seutuhnya, yaitu bertakwa terhadap tuhan yang maha esa, memiliki pengetahuan, sehat jasmani dan rohani, memiliki budi pekerti luhur, mendiri, kepribadian yang mantap, dan bertanggung jawab terhadap bangsa
menurut UU No. 20 tahun 2003 pasal 3 tentang sistem pendidikan nasional, tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Menurut MPRS No 2 tahun 1960, tujuan pendidikan adalah membentuk manusia yang berjuwa panca sila sejati berdasarkan ketentuan - ketentuan yang dikehendaki oleh pembukaan UUD 1945 dan isi UUD 1945
Fungsi pendidikan
- Menurut horton dan hunt
- Mempersiapkan setiap anggota masyarakat agar dapat mencari nafkah sendiri.
- Membangun mengembangkan minat dan bakat seseorang demi kepuasan pribadi dan kepentingan masyarakat umum.
- Membantu melestarikan kebudayaan yang ada di masyarakat.
- Menanamkan keterampilan yang dibutuhkan dalam keikutsertaan dalam demokrasi.
- Menurut David Popenoe
- Untuk mentransfer atau pemindahan kebudayaan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
- Memilih dan mendidik manusia tentang peranan sosial.
- Memastikan terjadinya integrasi sosial di masyarakat.
- Lembaga pendidikan mengajarkan corak kepribadian.
- Menjadi sumber-sumber inovasi sosial di masyarakat.
Jeni jenis pendidikan
Pendidikan Formal
Pendidikan formal adalah jenis pendidikan yang terstruktur dan memiliki jenjang, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar (SD), pendidikan menengah (SMP), pendidikan atas (SMA), dan pendidikan tinggi (Universitas).
Berikut ini adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan formal
- Taman Kanak - Kanak
- Raudatul Athfal
- Sekolah Dasar
- Madrasah Ibtidaiyah
- Sekolah Menengah Pertama
- Madrasah Tsanawiyah
- Sekolah Menengah Atas
- Madrasah Aliyah
- Sekolah Menengah Kejuruan
- Madrasah Aliyah Kejuruan
- Perguruan Tinggi
- Akademi
- Politeknik
- Sekolah Tinggi
- Institut
- Universitas
Pendidikan Non Formal
Pendidikan non formal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang bisa dilaksanakan secara berjenjang dan terstruktur. Jenis pendidikan ini bisa disetarakan dengan hasil program pendidikan formal melalui proses penilaian dari pihak yang berwenang.
Berikut ini adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan non formal:
- Kelompok bermain
- Taman penitipan anak
- Lembaga kursus
- Sanggar
- Lembaga pelatihan
- Kelompok belajar
- Pusat kegiatan belajar masyarakat
- Majelis taklim
Pendidikan Informal
Pendidikan informal adalah jenis pendidikan yang berasal dari keluarga dan lingkungan dimana peserta didiknya dapat belajar secara mandiri.
Beberapa yang termasuk di dala mpendidikan informal adalah :
- Agama
- Budi pekerti
- Etika
- Sopan santun
- Moral
- Sosialisasi